Senin, 25 April 2011

CARA BELAJAR EFEKTIF DI PERGURUAN TINGGI

CARA BELAJAR EFEKTIF DI PERGURUAN TINGGI
  
TUJUAN :
  1. Mahasiswa Baru Mengenali kelebihan dan kelemahan diri
  2. Mengubah pola pikir mahasiswa baru dari pasif ke aktif.
  3. Mahasiswa Baru memahami permasalahan dan solusi pembelajaran
  4. Cara Belajar Efektif Di Perguruan Tinggi
 MATERI :
 MENGENALI KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DIRI
  1. Pengenalan Diri
Pengenalan diri adalah tindakan memahami cara yang disukai untuk melakukan suatu pekerjaan. Dalam pengenalan diri diperlukan pemahaman pengertian AKU (Ambisi, Kenyataan dan Usaha), yang merupakan dasar pembentuk kepribadian seseorang.
Ketika seseorang telah mengenali dan memahami kelemahan dan kelebihan dirinya, maka dia akan mengetahui cara membahagiakan dirinya.
Dengan memahami (tidak lagi mengenali) kelebihan diri, maka seseorang akan mudah mengenali karakteristik dirinya. Dia mudah untuk terjun dan menyesuaikan diri dalam suatu komunitas, sehingga potensi dirinya benar-benar dapat disalurkan dan ditumbuhkembangkan. Sedangkan memahami kelemahan diri, akan membantu seseorang dalam pengambilan sebuah langkah atau keputusan, serta berhati-hati dalam mengambil  sikap, sehingga tidak mudah jatuh dalam kondisi untuk  yang kedua kalinya..

2. Persepsi Diri
Manusia sebagai makhluk intelektual harus benar-benar memahami bahwa segala sesuatu yang ada pada dirinya adalah  titipan atau amanah dari Tuhan Yang Maha Esa. Segala sesuatu yang diberikan Nya baik berupa kelebihan dan kelemahan diri merupakan rakhmat yang dilimpahkan dan wajib disyukuri dengan segala konsekuensi yang ditetapkan.
Ketika seseorang tidak mensyukuri kelebihan dirinya, dia akan menjadi pribadi yang sombong, tidak memiliki rasa toleransi, egois dan lain sebagainya. Sedangkan kelemahan diri kita seharusnya disikapi dengan sportif, berpikir jernih dan positif. Hal ini  akan mendorong kita untuk bekerjasama, saling membantu dalam berbagai hal yang bermanfaat.
Kita percaya tidak ada seseorangpun yang sempurna, artinya pasti memiliki kelebihan dan kelemahan diri dalam porsi-porsi yang berbeda, sehingga antara satu dengan yang lain dapat saling melengkapi dan menguatkannya.

2. Kiat Memaksimalkan Kelebihan dan Meminimalkan Kelemahan Diri             
a.   Memahami kelemahan dan kelebihan dirinya
b.   Menggunakan kelebihan untuk menutupi kelemahan dirinya
c.   Mengembangkan dan mengaplikasikan kelebihan dirinya dalam realitas hidup.

MENGUBAH POLA PIKIR MAHASISWA BARU DARI PASIF KE AKTIF

 1.    Mampu menerima dan menyampaikan informasi dengan jelas
2.    Mampu menunjukkan tindakan proaktif
3.    Mengetahui manfaat perilaku aktif
4.    Mampu berperilaku sebagai Agen Perubahan (Agent of Change) dan bertindak sebagai Agen Kontrol (Agent of Control)

  MEMAHAMI PERMASALAHAN DAN SOLUSI  PEMBELAJARAN

Permasalahan
Solusi
1. Faktor Eksternal
a.    Kualitas SDM dan pelanggaran kode etik dosen

b.    Sarana prasarana dan teknologi informasi belajar

c.    Birokrasi akademik

1. Faktor Eksternal
a.    Peningkatan kualitas SDM oleh Lembaga dan menaati kode etik dosen
b.    Peningkatan sarana prasarana dan teknologi informasi pembelajaran
c.    Peningkatan kualitas pelayanan birokrasi akademik

2.    Faktor Internal
a.    Mengalami kesulitan dalam mempersiapkan kondisi fisik dan psikis
b.    Tidak mempersiapkan bahan dan peralatan kuliah
c.    Sering tidak hadir kuliah

d.    Pemilihan tempat strategis dalam ruang kuliah

e.    Tidak atau sukar bertanya dalam perkuliahan
f.     Tidak mengemukakan pendapat dalam perkuliahan

g.    Mudah terpengaruh oleh keadaan di sekitar atau di luar ruang kuliah
h.    Banyak materi kuliah yang tidak dikuasai
i.      Catatan perkuliahan tidak lengkap
j.      Tidak menindaklanjuti perkuliahan
k.    Mengalami Kesulitan dalam membuat karya tulis dan tugas-tugas
2. Faktor Internal
a.    Mempersiapkan kondisi fisik dan psikis untuk kuliah

b.    Mempersiapkan diri, semua bahan dan peralatan perkuliahan
c.    Hadir pada semua acara perkuliahan tatap muka
d.    Memilih tempat duduk  yang strategis dalam ruang perkuliahan
e.    Mampu dan berani bertanya dalam perkuliahan
f.     Mampu dan berani mengemukakan pendapat dalam perkuliahan
g.    Mampu mengatasi pengaruh yang mengganggu dari keadaan di sekitar atau di luar ruang kuliah
h.    Menguasai materi kuliah secara penuh
i.      Mempunyai catatan perkuliahan yang lengkap
j.      Menindaklanjuti perkuliahan yang sudah diikuti
k.    Menyelesaikan karya tulis dan tugas-tugas secara baik dan benar.


 CARA BELAJAR EFEKTIF DI PERGURUAN TINGGI
   
Agar perkuliahan berlangsung secara efektif, mahasiswa perlu memiliki pandangan dan sikap positip terhadap perkuliahan, yaitu : (1) Persepsi positif terhadap program studi, (2) Pandangan dan sikap positif terhadap kehadiran dalam perkuliahan, (3) Pandangan dan sikap positif terhadap dosen, (4) Pandangan dan sikap positif terhadap bahan dan fasilitas perkuliahan.
Selanjutnya mahasiswa melakukan kegiatan :
1.    Menyiapkan diri secara baik untuk mengikuti perkuliahan.
2.    Menerapkan berbagai sikap dan keterampilan tertentu yang diperlukan dalam mengikuti perkuliahan.
3.    Melakukan berbagai aktivitas pasca perkuliahan berlangsung.
4.    Mengoptimalkan waktu yang terbatas
5.    Merancang program pribadi dan kelompok.


Menyiapkan diri mengikuti perkuliahan

Menyiapkan diri untuk mengikuti kuliah sangat penting, sebab dengan persiapan yang matang akan memantapkan kehadiran dalam perkuliahan. Persiapan diri mengikuti kuliah, meliputi :
1.    Mempersiapkan fisik dan mental
2.    Mempersiapkan  materi kuliah

Mengikuti Perkuliahan

Mengikuti kuliah dengan tujuan memperoleh pemahaman terhadap materi perkuliahan yang diberikan oleh dosen.
 Strategi mengikuti kuliah meliputi :
1.    Mengemukakan pendapat dan merespon
2.    Memilih tempat duduk
3.    Memusatkan perhatian
4.    Mencatat materi kuliah secara cermat dan tepat
         Menggunakan kertas lepas-lepas, yang diberi alas dan dimasukkan ke dalam map atau snelhecter folio. Kesemuanya mempermudah membuat catatan, juga dalam menulis, membuka dan menyimpannya halaman demi halaman.
         Mempercepat menulis antara lain dengan stenograf atau singkatan-singkatan tertentu yang dapat mempercepat rekaman pembicaraan.
         Mencatat ide-ide atau informasi yang penting untuk efisiensi; janganlah semua kalimat dicatat keseluruhan, tetapi haruslah diseleksi ide/informasi tertentu yang pokok dan penting saja.
         Membuat catatan dengan kalimat sendiri. Intisari keterangan diambil dan disimpulkan dengan kalimat sendiri lalu dicatat.
         Memperhatikan dan menandai urutan serta rangkaian antara satu ide dengan ide lainnya lalu dicatat.
         Menyalin kembali catatan kuliah dari kertas lepas-lepas ke dalam buku kuliah setibanya di rumah, mencatat dengan menggunakan kalimat sendiri yang lebih baik, dan urutan yang mencerminkan kesinambungan ide-ide atau informasi.
         Informasi dan pengetahuan dasar yang diterima dari kuliah dijadikan dasar untuk belajar sendiri dari referensi melalui studi kepustakaan.
5.    Bertanya dan menjawab
6.    Menghidarkan diri dari berbagai pengaruh yang mengganggu konsentrasi belajar

Aktivitas Pasca Perkuliahan

Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa :
a.    Menggunakan kartu, kartu ditulis secara berurutan pokok-pokoknya tentang pengertian, jenis dan faktor-faktor dan cara memahami pengertian materi
b.    Dalam rangka meningkatkan pemahaman pengertian dan melengkapi catatan, maka dilaksanakan kegiatan kelompok
c.    Untuk memperluas dan memantapkan pemahaman dan pengertian materi perkuliahan perlu upaya mencari sumber lain (Kepustakaan/Referensi, Jurnal, Majalah, Laboratorium, Internet, dsbnya)

Mengoptimalkan waktu yang terbatas

Pengaturan waktu yang terbatas, memerlukan pemahaman dan pengembangan yang sebaik-baiknya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
            Menurut hukum Parkinson, dinyatakan bahwa pekerjaan berkembang dan untuk mengisi waktu yang ada dalam menyelesaikannya perlu menentukan batas waktu, sebab tanpa batas waktu itu, sangat sedikit yang dapat kita capai dalam batas waktu yang wajar.
            Batas waktu eksternal dibuat untuk memastikan keberhasilan suatu proyek. Dengan batas waktu yang telah ditentukan, kita dapat menentukan kapan harus mulai. Kita harus mencegah untuk tidak membiarkan tugas mengambang memenuhi seluruh waktu yang tersedia.
            Tentukan batas waktu dalam berbagai aktivitas dengan jam kerja atau jam komputer. Realitasnya akan didapat dan Anda dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang semakin sedikit dari waktu yang terbatas.  

            Merancang program pribadi dan kelompok.

            Beberapa Faktor yang menyulitkan dalam merancang suatu program :
1.    Jumlah dan jenis beberapa pekerjaan yang berbeda
2.    Tuntutan akan kebutuhan keterampilan dan pengetahuan yang ketat menuju serba otomatis
3.    Tingkat fleksibilitas kerja yang rendah untuk adaptasi
4.    Butuh persiapan lama untuk karier
5.    Pandangan rendah pada suatu pekerjaan
6.    Nilai dan harapan yang tidak realistik
7.    Sasaran program studi yang dituju tidak realistik dan tidak sesuai
8.    Dasar pengetahuan dan keterampilan yang tidak memadai
9.    Kelalaian pengalaman tugas aktivitas yang rendah
10. Keamanan tugas atau aktivitas yang rendah.
11. Gaya kerja pribadi atau karakter usaha untuk bekerja dengan orang lain (Misalnya kepemimpinan, pelayanan, birokrasi, dll.)


Studi Kasus

SP adalah kependekan dari Semester Pendek. Setiap tahun SP diadakan dengan tujuan untuk memperbaiki nilai mahasiswa dengan cara mengulang perkulihan singkat sesuai dengan mata kuliah yang telah diprogram pada semester yang lalu.
Sekarang oleh Biro Akademik dikeluarkan keputusan tentang tidak diadakannya SP seperti yang telah dilakukan beberapa tahun yang lalu, dengan alasan tidak efektif. Sedangkan faktanya, mahasiswa menginginkan lulus cepat dengan IPK yang sangat memuaskan; Dengan alasan ingin memburu lapangan pekerjaan yang semakin sempit.

Coba diskusikan kasus ini, dan cari solusinya !

Referensi :

Irawan, Prasetya, Suciati dan Wardani, I.G.A.K. 1997. Teori Belajar, Motivasi,
dan Keterampilan Mengajar.  Jakarta : P2T Universitas Terbuka Dirjen PT Dep. P & K.

Salam, Burhanuddin. 2004. Cara Belajar Yang Sukses di Perguruan Tinggi.
Jakarta : Rineka Cipta.

Soekamto, Toeti dan Winata Putra, Udin Saripudin. 1997. Teori Belajar dan
Model-Model Pembelajaran. Jakarta : P2T Universitas Terbuka Dirjen PT Dep. P & K.

Tim PKKMB Unesa. 2007. Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru
Unesa 2007.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar